Putri, Rafida (2025) MAKNA AL-ILMU DAN DERIVASINYA DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS QUR’AN A REFORMIST TRANSLATION). Diploma thesis, Universitas Islam Negri Palopo.
SKRIPSI RAFIDA PUTRI IAT 20.pdf
Download (1MB)
Abstract
Kata “ilmu” dan turunannya merupakan konsep fundamental dalam Al-Qur’an
yang muncul lebih dari 172 kali dalam berbagai bentuk morfologis. Skripsi ini
mengkaji makna al-‘ilmu dan derivasi katanya dalam Al-Qur’an melalui analisis
Qur’an A Reformist Translation karya Edip Yuksel, Layth Saleh al-Shaiban, dan
Martha Schulte Nafeh. Penelitian ini berupaya menjawab tiga pertanyaan utama,
yaitu: makna al-‘ilmu dalam QS. Al-‘Alaq (96):1–5, QS. An-Nahl (16):78, dan QS.
Ar-Rum (30):29; bagaimana perbandingan Qur’an A Reformist Translation dengan
terjemahan reformis lainnya; serta bagaimana penafsiran makna al-‘ilmu pada
ketiga ayat tersebut dari perspektif karya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan memahami makna al-‘ilmu dalam Al-Qur’an serta
menganalisis penafsirannya menurut pendekatan reformis. Fokus penelitian
diarahkan pada perbandingan antara interpretasi reformis terhadap ayat-ayat yang
mengandung akar kata ‘alima dengan terjemahan konvensional, sekaligus mengkaji
implikasi teologis dan epistemologis dari penafsiran tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdhu‘i). Data primer berasal dari Al-Qur’an dan Qur’an A Reformist Translation, sementara data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, serta
beberapa kitab tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-‘Alaq (96):1–5 menampilkan al-‘ilmu sebagai pengetahuan yang diajarkan Allah melalui kemampuan baca-tulis; QS. An-Nahl (16):78 menekankan potensi epistemologis manusia berupa pendengaran, penglihatan, dan hati; sedangkan QS. Ar-Rum (30):29 menggambarkan keterbatasan ilmu manusia dibandingkan ilmu Allah. Perbandingan menunjukkan bahwa Qur’an A Reformist Translation lebih menonjolkan pendekatan rasional, kontekstual, dan reformis, sementara terjemahan Yusuf Ali, Pickthall, dan Shakir lebih tradisional dan normatif. Perspektif reformis memahami al-‘ilmu sebagai pencerahan intelektual, pengakuan atas potensi kognitif manusia, dan kritik terhadap kecenderungan mengikuti hawa nafsu.
Kata Kunci: Ilmu, al-Qur’an, Qur’an A Reformist Translation, Epistemologi, Hermeneutik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Agama > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi S-1 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Dahniar Abdullah |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 07:24 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.uinpalopo.ac.id/id/eprint/12099 |
